Jangan Sampai Tertipu, Ini 5 Perbedaan Kulit Asli dan Tiruan

Mengenakan sandal kulit saat bepergian mungkin adalah dambaan bagi beberapa dari kamu. Kamu dapat tampil dengan santai namun tetap terlihat keren. Namun sayangnya seperti yang sudah kamu ketahui, produk asli pasti juga ada tiruannya dan hal ini juga berlaku pada sandal kulit.

Oleh karena itu jangan senang dulu misalnya kamu menemukan sandal brodo  dengan keterangan terbuat dari kulit asli namun dijual harga yang sangat miring. Bisa jadi kulit yang dipakai itu KW atau tiruan sehingga supaya kamu tidak sampai termakan promosi maka kamu perlu tahu beberapa perbedaan antara kulit asli maupun tiruan :

1.    Lihat dan raba pada permukaan dari kulit sandal

Kamu harus perhatikan baik-baik bagaimana kenampakan dari permukaan kulit sandal yaitu pada guratan-guratan yang ada. Jika guratan-guratannya terlihat tidak simetris satu sama lain sehingga membuat sandal terlihat berkerut dan terasa kasar saat disentuh, itulah yang terbuat dari kulit asli.

Sementara pada kulit tiruan justru sandal terlihat lebih enak dipandang karena motif guratan pada permukaannya tersusun dengan rapi 1 sama lain. Dengan demikian akan terasa halus ketika diraba.

2.    Cium aromanya

Indikator berikutnya yang dapat digunakan untuk membedakan kulit asli dan tiruan adalah dari aromanya. Kulit asli akan mengeluarkan bau alami seperti bahan nabati yang berasal dari proses penyamakan. Sebaliknya pada kulit tiruan akan memberikan aroma seperti karet ataupun vinyl.

3.    Tekan permukaan sepatu

Selain diraba, cara pengujian keaslian kulit dapat kamu lakukan dengan cara menekan permukaan sandal dengan jari-jarimu. Selanjutnya perhatikan apakah pada bagian yang bekas tekanan jarimu tadi meninggalkan kerutan ataukah tidak.

Jika iya maka  bahan sandal tersebut adalah kulit asli, bila yang terjadi sebaliknya maka kemungkinan besar adalah bahan tiruan.

Namun meskipun indikator ini bisa diberlakukan secara umum, ada beberapa pengecualian pada kulit asli jenis saffiano atau patent leather yang sifatnya cenderung keras. Dengan demkian membuat bahan tersebut tidak berkerut meskipun ditekan.

4.    Menekuk sandal

Pengujian ori tidaknya kulit sandal dapat dilakukan dengan cara menekuk. Jika pada bagian yang kamu tekuk terjadi perubahan warna maka itu adalah kulit asli. Sementara kulit tiruan tidak akan terjadi seperti itu

Lakukan cara ini secara perlahan karena menekuk terlalu keras dapat membuat kerusakan pada body dari sandal. Kamu tentu tidak mau bukan disuruh untuk mengganti rugi oleh pihak toko?

5.    Menguji dengan air

Untuk uji yang satu ini karena cukup berisiko merusak kulit sandal maka gunakan sedikit saja. Caranya sangat mudah, cukup dengan teteskan pada permukaaan sandal dan lihat apakah air terserap ke dalam pori-pori bahan.

Bahan kulit yang asli pasti akan menyerap tetesan air tadi. Sementara kulit tiruan terbuat dari bahan  yang waterproof sehingga air tidak akan terserap.

Dari beberapa cara yang sudah disebutkan sebaiknya kamu lakukan poin nomer 1 dan 2 yaitu melihat dan meraba serta mencium aroma sandal. Cara ini sudah cukup akurat dan tentunya tidak berisiko merusak sepatu yang dijual.

Hasil pemeriksaan plagiarisme dengan small seo tools

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *